Break Even point atau BEP adalah suatu analisis untuk menentukan dan mencari jumlah barang atau jasa yang harus dijual kepada konsumen pada harga tertentu untuk menutupi biaya-biaya yang timbul serta mendapatkan keuntungan / profit.
Rumus Analisis Break Even :
BEP = Total Fixed Cost / (Harga perunit - Variabel Cost Perunit)
Keterangan :
- Fixed cost : biaya tetap yang nilainya cenderung stabil tanpa dipengaruhi unit yang diproduksi.
- Variable cost : biaya variabel yang besar nilainya tergantung pada benyak sedikit jumlah barang yng diproduksi.
Contoh :
Misalnya ada perusahaan konveksi kaos kaki murah yang harga satu buah kaos kaki adalah Rp. 10.000 dengan biaya variabel sebesar Rp. 5.000 per kaos kaki dan biaya tatap sebesar Rp. 10.000.000
BEP = 10.000.000 / (10.000 - 5.000)
BEP = 20.000
Jadi diperlukan memproduksi 20.000 kaos kaki untuk mendapatkan kondisi seimbang antara biaya dengan keuntungan alias profit nol.
Selasa, 15 Februari 2011
Minggu, 23 Januari 2011
Sabtu, 22 Januari 2011
In my bed room
In my bed room, i opened the door then i look sunset is down, i t
ook cam then i took my picture and this is me,,,
ook cam then i took my picture and this is me,,,
Sabtu, 15 Januari 2011
Sabtu, 06 November 2010
Rumus elastisitas
elastisitas adalah perbandingan perubahan proporsional dari sebuah variabel dengan perubahan variable lainnya. Dengan kata lain, elastisitas mengukur seberapa besar besar kepekaan atau reaksi konsumen terhadap perubahan harga.
Koefesien elastisitas diukur dari persentase perubahan kuantitas barang dibagi dengan persentase perubahan harga. Secara sederhana kalimat tersebut dapat dirumuskan:
Elastisitas permintaan mengukur seberapa besar kepekaan perubahan jumlah permintaan barang terhadap perubahan harga.Ketika elastisitas permintaan suatu barang menunjukkan nilai lebih dari 1, maka permintaan terhadap barang tersebut dikatakan elastis di mana besarnya jumlah barang yang diminta sangat dipengaruhi oleh besar-kecilnya harga. Sementara itu, barang dengan nilai elastisitas kurang dari 1 disebut barang inelastis, yang berarti pengaruh besar-kecilnya harga terhadap jumlah-permintaan tidak terlalu besar. Sebagai contoh, jika harga sepeda motor turun 10% dan jumlah permintaan atas sepeda motor itu naik 20%, maka nilai elastisitas permintaannya adalah 2; dan barang tersebut dikelompokan sebagai barang elastis karena nilai elastisitasnya lebih dari 1. Perhatikan bahwa penurunan harga sebesar 1% menyebabkan peningkatan jumlah permintaan sebesar 2%, dengan demikian dapat dikatakan bahwa jumlah permintaan atas sepeda motor sangat dipengaruhi oleh besarnya harga yang ditawarkan.
Untuk barang-barang normal, penurunan harga akan berakibat pada peningkatan jumlah permintaan. Permintaan terhadap sebuah barang dapat dikatakan inelastis bila jumlah barang yang diminta tidak dipengaruhi oleh perubahan harga. Barang dan jasa yang tidak memiliki subtitusi biasanya tergolong inelastis. Permintaan terhadap antibiotik, misalnya, dikatakan sebagai permintaan inelastis karena tidak ada barang lain yang dapat menggantikannya. Daripada mati terinfeksi bakteri, pasien biasanya lebih memilih untuk membeli obat ini berapapun biayanya. Sementara itu, semakin banyak sebuah barang memiliki barang subtitusi, semakin elastis barang tersebut.
meskipun permintaan inelastis sering diasosiasikan dengan barang "kebutuhan," banyak juga barang yang bersifat inelastis meskipun konsumen mungkin tidak "membutuhkannya." Permintaan terhadap garam, misalnya, menjadi permintaan inelastis bukan karena konsumen sangat membutuhkannya, melainkan karena harganya yang sangat murah.
Koefesien elastisitas diukur dari persentase perubahan kuantitas barang dibagi dengan persentase perubahan harga. Secara sederhana kalimat tersebut dapat dirumuskan:
.
Elastisitas permintaan mengukur seberapa besar kepekaan perubahan jumlah permintaan barang terhadap perubahan harga.Ketika elastisitas permintaan suatu barang menunjukkan nilai lebih dari 1, maka permintaan terhadap barang tersebut dikatakan elastis di mana besarnya jumlah barang yang diminta sangat dipengaruhi oleh besar-kecilnya harga. Sementara itu, barang dengan nilai elastisitas kurang dari 1 disebut barang inelastis, yang berarti pengaruh besar-kecilnya harga terhadap jumlah-permintaan tidak terlalu besar. Sebagai contoh, jika harga sepeda motor turun 10% dan jumlah permintaan atas sepeda motor itu naik 20%, maka nilai elastisitas permintaannya adalah 2; dan barang tersebut dikelompokan sebagai barang elastis karena nilai elastisitasnya lebih dari 1. Perhatikan bahwa penurunan harga sebesar 1% menyebabkan peningkatan jumlah permintaan sebesar 2%, dengan demikian dapat dikatakan bahwa jumlah permintaan atas sepeda motor sangat dipengaruhi oleh besarnya harga yang ditawarkan.
| koefesien | Elastisitas |
|---|---|
| n = 0 | Inelastis sempurna |
| 0 < n < 1 | Inelastis |
| n = 1 | Elastis uniter |
| 1 < n < ∞ | Elastis |
| n = ∞ | Elastis sempurna |
meskipun permintaan inelastis sering diasosiasikan dengan barang "kebutuhan," banyak juga barang yang bersifat inelastis meskipun konsumen mungkin tidak "membutuhkannya." Permintaan terhadap garam, misalnya, menjadi permintaan inelastis bukan karena konsumen sangat membutuhkannya, melainkan karena harganya yang sangat murah.
Definisi matematis
Rumus yang dapat digunakan untuk menghitung koefesien elastisitas permintaan adalah- P = harga
- Q = jumlah
- Qd = jumlah permintaan
- Pd = harga permintaan
- ΔQd = Qdbaru - Qdlama
- ΔPd = Pdbaru - Pdlama
Rumus Pendapatan (rumus dasar eko.)
Y = C + I
Berikut adalah penjelasan dari beliau:
Y=Pendapatan
C=Konsumsi
I=Investasi
Berdasarkan ilmu pengelolaan keuangan pribadi, Anda harus dapat menyimpan setidaknya 10% dari total pendapatan Anda.
Misal: jika pendapatan 1000.000, kita harus bisa menyimpan min 100.000.
Berikut adalah penjelasan dari beliau:
Y=Pendapatan
C=Konsumsi
I=Investasi
Berdasarkan ilmu pengelolaan keuangan pribadi, Anda harus dapat menyimpan setidaknya 10% dari total pendapatan Anda.
Misal: jika pendapatan 1000.000, kita harus bisa menyimpan min 100.000.
Rabu, 29 September 2010
Pengertian bisnis secara ringkas
Bisnis adalah salah satu usaha yang dijalankan oleh seseorang maupun sekelompok orang dengan mengolah suatu produk baik itu barang maupun jasa, dengan melalui proses tertentu sesuai dengan bisnis yang mereka jalankan dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan.
Bisnis yang dijankan orang berbeda-beda, namun tujuan mereka sama yaitu memperoleh keuntungan. Sebelum orang menjalankan bisnis pasti mereka memperhitungkan keuntungan yang akan mereka peroleh dari usaha yang dijalankanya karena tidak mungkin orang berbisnis tanpa menginginkan keuntungan.
Saat ini bisnis menjadi trend usaha yang banyak digeluti banyak orang, karena sudah banyak orang yang mengerti akan keuntungan berbisnis sehingga banyak yang lebih memilih menjalankan usaha sendiri daripada menjadi seorang pekerja, semua itu karena mereka melihat perbandingan keuntungan antara berbisnis dan menjadi pegawai atau pekerja, tentunya menjadi pekerja gajihnya tidak akan seberapa bila di bandingkan keuntungan yang akan mereka raih jika bisnis mereka berhasil maka dari itu banyak yang rela meninggalkan pekerjaan demi menjalankan misinya sebagai pembisnis yang sukses.
Meskipun banyak orang yang lebih memilih terjun ke dunia bisnis namun tidak mungkin jika semua orang menjadi pembisnis, karena bayangkan apa yang akan terjadi jika semua orang menjadi pembisnis, siapa yang mau di pekerjakan dan rela menjadi pegawai jika otak semua manusia dibumi ini adalah ingin menjalankan bisnisnya masing-masing, karena sekalipun usaha yang dijalankan itu adalah bisnis tetap saja harus ada orang yang bekerja didalamnya untuk menjalankan bisnis itu, dan mereka orang-orang yang bekerja adalah orang yang memegang peranan penting dalam proses berlangsungnya bisnis tersebut.
Bisnis yang dijankan orang berbeda-beda, namun tujuan mereka sama yaitu memperoleh keuntungan. Sebelum orang menjalankan bisnis pasti mereka memperhitungkan keuntungan yang akan mereka peroleh dari usaha yang dijalankanya karena tidak mungkin orang berbisnis tanpa menginginkan keuntungan.
Saat ini bisnis menjadi trend usaha yang banyak digeluti banyak orang, karena sudah banyak orang yang mengerti akan keuntungan berbisnis sehingga banyak yang lebih memilih menjalankan usaha sendiri daripada menjadi seorang pekerja, semua itu karena mereka melihat perbandingan keuntungan antara berbisnis dan menjadi pegawai atau pekerja, tentunya menjadi pekerja gajihnya tidak akan seberapa bila di bandingkan keuntungan yang akan mereka raih jika bisnis mereka berhasil maka dari itu banyak yang rela meninggalkan pekerjaan demi menjalankan misinya sebagai pembisnis yang sukses.
Meskipun banyak orang yang lebih memilih terjun ke dunia bisnis namun tidak mungkin jika semua orang menjadi pembisnis, karena bayangkan apa yang akan terjadi jika semua orang menjadi pembisnis, siapa yang mau di pekerjakan dan rela menjadi pegawai jika otak semua manusia dibumi ini adalah ingin menjalankan bisnisnya masing-masing, karena sekalipun usaha yang dijalankan itu adalah bisnis tetap saja harus ada orang yang bekerja didalamnya untuk menjalankan bisnis itu, dan mereka orang-orang yang bekerja adalah orang yang memegang peranan penting dalam proses berlangsungnya bisnis tersebut.
Langganan:
Postingan (Atom)













